NADIKABAR.COM — Tiga kepala daerah dari Mempawah, Rote Ndao, dan Aceh Utara mengajukan pembangunan Sekolah Rakyat. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono pun turun langsung mengawal prosesnya agar pembangunan dapat segera terealisasi. Agus menekankan ketersediaan lahan menjadi syarat mutlak yang tak bisa ditawar dalam pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

"Mulai dari sertifikatnya, konturnya landai, airnya, sumber airnya bagus. Terus kemudian listriknya juga oke. Termasuk jalan masuk untuk ke sekolah itu juga besar karena untuk pembangunan," jelas Agus dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Hal tersebut disampaikan Agus kepada Bupati Mempawah Erlina, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, dan Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil dalam audiensi di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, hari ini.

Agus menilai kesiapan lahan menjadi salah satu aspek penting yang harus dipastikan pemerintah daerah. Selain kelengkapan administrasi dan persuratan, lahan yang diajukan juga harus memenuhi sejumlah kriteria teknis agar dapat mendukung pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat.

Ia juga menegaskan Sekolah Rakyat dirancang sebagai bagian dari upaya negara memutus mata rantai kemiskinan melalui intervensi yang menyeluruh. Melalui program ini, anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan akses pendidikan dan fasilitas pendukung, sementara keluarga mereka mendapatkan intervensi pemberdayaan.

Agus menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginginkan negara hadir merawat dan mengurus anak-anak dari keluarga di bawah garis kemiskinan agar memperoleh kesempatan pendidikan. Hal ini diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan keluarga mereka.