NADIKABAR.COM — Kesempatan mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya terbuka bagi mahasiswa. Siswa SMA juga dapat mengikuti berbagai program pertukaran pelajar yang memungkinkan mereka bersekolah di negara lain sekaligus mengenal budaya dan kehidupan masyarakat setempat secara langsung.
Pengalaman tersebut bukan sekadar kesempatan untuk tinggal di luar negeri. Program pertukaran pelajar dapat membantu siswa membangun jejaring internasional sejak dini, melatih kemandirian karena harus beradaptasi jauh dari keluarga, serta meningkatkan kemampuan berbahasa asing melalui interaksi sehari-hari.
Siswa juga dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai budaya dan kebiasaan masyarakat di negara tujuan. Pengetahuan semacam ini tentu berbeda dengan apa yang didapatkan hanya melalui buku atau pembelajaran di ruang kelas.
Pengalaman sebagai peserta pertukaran pelajar juga bisa menjadi nilai tambah ketika siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau mengikuti program beasiswa. Namun, sebelum menentukan pilihan, calon peserta perlu memperhatikan karakteristik dan ketentuan masing-masing program.
Sebab, tidak semua program pertukaran pelajar memiliki skema pendanaan dan durasi yang sama. Ada yang menyediakan beasiswa penuh atau fully funded, sementara program lainnya mengharuskan peserta menanggung biaya sendiri atau self-funded. Durasi program pun bervariasi, mulai dari satu tahun ajaran hingga hanya beberapa minggu selama masa liburan.
Lantas, apa saja program pertukaran pelajar ke luar negeri yang dapat diikuti siswa SMA?
Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study atau YES Program merupakan salah satu program pertukaran pelajar yang menawarkan pendanaan penuh (fully funded).Program ini diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk memperkuat pemahaman lintas budaya tim redaksi Amerika Serikat dan negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, termasuk Indonesia.