NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit dalam insiden jatuhnya helikopter Mi-17V5 di perairan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Diketahui, tiga prajurit TNI AD gugur yakni Letkol CPN (anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (anumerta) Nurhafiz Akbar dan Sertu (anumerta) Heri Prasetyo.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Prabowo telah menerima laporan perkembangan insiden tersebut melalui sambungan telepon.
"Saya pribadi via telepon sudah mengupdate kepada Presiden, dan Bapak Presiden Prabowo juga menyampaikan bela sungkawa, duka yang mendalam," kata Raja Juli seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (6/11).
Pada hari ini, Raja Juli juga menjenguk lima korban selamat yang masih dirawat Rumah Sakit TNI AD Tk. III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin.
Kelimanya yakni Kapten Korps Penerbangan Febri, Kapten Korps Penerbangan Sugand, Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis, Prajurit Satu Gilang, dan Sersan Kepala Kadiya.
Raja Jui menyebut kelima prajurit yang selamat itu rencananya akan dibawa ke Jakarta dan Magelang untuk mendapat perawatan medis lanjutan.
"Nanti ada yang dibawa ke Jakarta dan Semarang untuk dipindahkan dan mendapatkan perawatan," ucap dia.
Sebelumnya, helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) mengalami kecelakaan atau crash saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan helikopter itu sebelumnya lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman Karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
"Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing," kata dia.
"Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan," sambung Donny.