"Masyarakat perlu didorong untuk tidak hanya memeriksakan mata ketika sudah muncul keluhan, pemeriksaan mata perlu menjadi bagian dari perilaku menjaga kesehatan sepanjang siklus kehidupan," ujarnya.
Kedua, katanya, setiap hasil skrining harus ditindaklanjuti. Temuan kelayanan refraksi harus mendapatkan koreksi yang tepat. Demikian pula kecurigaan terhadap katarak, glaukoma, retinopati maupun gangguan lainnya harus ditindak lanjuti atau dirujuk sesuai indikasi dan kompetensi fasilitas pelayanan kesehatan.
Karena itu, kata Andi, penguatan pelayanan primer perlu berjalan beriringan dengan sistem rujukan yang baik.
"Kemudian yang ketiga, berikan perhatian khusus kepada kesehatan anak. Anak belum tentu menyadari atau mampu menyampaikan bahwa penglihatannya terganggu," ujarnya.