NADIKABAR.COM — Kemarau panjang memicu petaka bagi sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, puluhan hektare lahan pertanian tanaman obat kumis kucing mengalami kekeringan ekstrem hingga berujung gagal panen.

Pantauan NadiKabar, hamparan bedengan tanam berlapis plastik mulsa terlihat gersang dan mengering. Tanaman obat herbal tersebut tampak layu dan mati hingga menyisakan batang kering yang tertutup rumput liar. Hanya sedikit petak kebun yang masih menyisakan tanaman hijau berbunga putih.

Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman, menyebut total lahan tanaman kumis kucing di wilayahnya mencapai sekitar 30 hingga 35 hektare. Tanaman yang ditanam sejak awal Mei hingga September kini tak terselamatkan akibat minimnya pasokan air selama tiga bulan terakhir.

"Kurang lebih 30 sampai 35 hektare tim redaksi yang khusus dan juga masyarakat yang bertanam kumis kucing. Kebetulan di musim kemarau ini, tiga bulan dari awal Mei sampai September ini kering semuanya, tidak bisa panen ataupun gagal panen," kata Eman, Jumat (4/9/2026).

"Salah satunya tadi yang satu lokasi saja kurang lebih 4,5 hektare kering semua. Begitu tidak ada hujan, otomatis tangkainya mengering," sambung dia.