Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan MBG Lombok Tengah memastikan 352 korban keracunan telah mendapatkan penanganan. Meski begitu, Satgas tersebut belum bisa menjelaskan secara detail penyebab keracunan.

"Kami belum bisa laporkan lebih banyak. Sebagian besar (siswa) sudah pulang, ini saya mau pastikan dulu berapa yang masih tersisa dan memastikan penanganan dulu," ujar Ketua Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, Jumat.

Terpisah, Ketua Satgas Program MBG NTB Fathul Gani menegaskan SPPG penyalur makanan kepada 352 siswa yang diduga keracunan akan disanksi. "Kalau melihat situasi, otomatis suspend," ujar Ketua Satgas Program MBG NTB Fathul Gani ditemui di kantor Gubernur NTB, Jumat.

Fathul mengatakan ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan menu MBG tersebut sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Berdasarkan asesmen sementara, makanan yang dibagikan kepada para penerima manfaat tidak mencantumkan batas waktu makanan tersebut harus dikonsumsi.

"Di sana kan harus tertera kapan harus dikonsumsi jam berapa? Jadi di sini tidak ada yang saling menyalahkan," ujar Fathul.

Berdasarkan informasi yang dihimpun NadiKabar, ratusan siswa di Lombok Tengah diduga keracunan setelah menyantap menu MBG berisi kulit kebab, buah salak, ayam suwir, nugget, salad selada, dan mentimun. Seluruh sampel makanan tersebut telah diamankan polisi.