NADIKABAR.COM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman serius bagi jutaan lansia di wilayah terdampak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 3,8 juta lansia tinggal di delapan provinsi yang terdampak karhutla.
Paparan asap tidak hanya menyebabkan gangguan pernapasan, tetapi juga memperburuk kondisi kesehatan lansia yang memiliki penyakit penyerta.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan lansia termasuk kelompok yang paling rentan ketika kualitas udara memburuk.
"Lansia itu memang kelompok yang rentan karena biasanya sudah mempunyai penyakit penyerta atau komorbid," kata Imran dalam keterangan tertulis kepada redaksi Senin (1/9/2026).
Asap karhutla mengandung partikel halus seperti PM2.5 dan PM10 yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Pada lansia dengan riwayat asma, bronkitis, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kondisi tersebut dapat memicu kekambuhan atau memperberat gejala.