Upacara tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bupati dari kabupaten tetangga, Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, jajaran legislatif provinsi dan kabupaten, sekretaris daerah, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, keluarga trah bupati pendiri, pelajar, hingga para budayawan.
Usai upacara, kemeriahan berlanjut dengan pergelaran tari kolosal yang memadukan tarian Cepetan, Lawet, dan Ebeg. Pertunjukan ini melibatkan 397 pelajar Kebumen yang secara apik membentuk formasi angka 397, ditutup dengan aksi flashmob Swardhana Kabumian.
Perayaan ditutup dengan tradisi makan bersama tim redaksi tamu undangan, pejabat, para penari, orang tua penari, serta warga yang hadir menyaksikan. Panitia menyediakan sebanyak 3.000 porsi nasi tempelang-kuliner khas berisi nasi, sayur oseng tempe, mi, dan telur dadar-yang dinikmati bersama-sama dalam suasana akrab.