Segera tutup atau tambal setiap retakan dan celah yang berpotensi menjadi akses masuk agar ular tidak dapat menyelinap dan bersarang di sana.

Tumpukan kayu bakar atau daun kering yang bersentuhan langsung dengan tanah dapat menjadi tempat berlindung bagi ular. Susun kayu di atas rak yang cukup tinggi dari permukaan tanah agar tidak mudah dijangkau.

Selain itu, kelola tumpukan kompos dengan baik dan jangan membiarkannya terlalu lama hingga membusuk.

Dinding batu yang disusun longgar tanpa semen dapat menghasilkan banyak celah sempit. Ular dapat memanfaatkan celah tersebut untuk berlindung dari panas matahari maupun predator.

Celah di tim redaksi batu juga dapat menjadi tempat hidup kadal dan serangga yang merupakan makanan ular. Jika ingin menggunakan dekorasi batu, sebaiknya letakkan jauh dari bangunan utama rumah.

Selang taman yang dibiarkan melingkar di atas tanah dapat menampung sisa air sekaligus menjadi tempat berlindung yang nyaman bagi ular.

Gunakan gulungan selang gantung (reel) agar selang tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Selain itu, segera perbaiki kran air yang bocor agar tidak menciptakan area becek di sekitar rumah.

Jika menanam sayuran atau buah-buahan seperti jeruk di halaman, segera petik hasil yang sudah matang. Bersihkan pula buah yang jatuh ke tanah.

Buah yang membusuk dapat mengundang serangga dan tikus. Kehadiran hewan-hewan tersebut pada akhirnya dapat menarik ular ke area kebun.

Ular tidak mendatangi rumah tanpa alasan. Mereka dapat tertarik oleh keberadaan mangsa seperti tikus, burung, dan katak, serta kondisi lingkungan yang menyediakan air dan tempat untuk bersembunyi.

Dengan menjaga kebersihan rumah, mengendalikan keberadaan hama pengerat, serta menata halaman secara rutin, berbagai faktor yang dapat menarik ular bisa dikurangi. Dengan begitu, lingkungan rumah dapat menjadi tempat yang lebih aman dan tidak mudah didatangi ular.