Polisi lantas melakukan penyelidikan terkait ledakan tersebut. Terungkap fakta bahwa ledakan berasal dari salah satu ruangan di pasar itu.

Polisi menyelidiki kasus itu dengan dua kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ada 18 rekaman CCTV yang turut diamati disertai pengumpulan keterangan para saksi di TKP.

Akhirnya diketahui ledakan berasal dari ruang pematangan (ripening room) pisang di pasar. Polisi memastikan ledakan ini bukan disebabkan bom.

"Yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam satu ruangan ripening untuk mematangkan buah pisang itu," ujar Kabid Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Bareskrim Polri, AKBP Jakaria Sembiring.

Lebih lanjut, AKBP Jakaria mengatakan pihaknya menemukan tabung gas etilen 52 kilogram (kg) serta selang untuk menyalurkan gas ke ruangan ripening mematangkan buah pisang.

"Yang pertama kita menemukan ada sebuah tabung gas isi 52 kilo, itu tabung gas etilen ya, gas etilen. Kemudian kita juga menemukan potongan selang, selang untuk menyalurkan gas etilen tersebut ke ruangan ripening ya, ripening ini adalah ruangan untuk mematangkan buah pisang agar cepat matang dan dia bisa matang merata," ujar Jakaria.

Di lokasi juga ditemukan dinamo dari kipas yang diduga pecah. Dia mengatakan timnya masih memeriksa dinamo tersebut.