"Nah, setelah itu, pergerakan terus melambat, ya, di kawasan Laut Andaman," sambungnya.
Pada Senin (19/10), tim BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri bersiap melakukan penindakan terhadap MT Global 168 dengan dukungan kapal Bea Cukai BC 20006 dan KP Murai 4018. Penindakan direncanakan melalui intersepsi sebelum kapal memasuki Pelabuhan Port Klang, Malaysia.
Jenderal Suyudi mengatakan MT Global 168 kemudian berhasil diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan. Sebanyak delapan orang juga turut diamankan.
"Kapal MT Global 168 selanjutnya diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan dari hasil pemeriksaan, tim gabungan berhasil mengamankan delapan orang awak kapal, ya, crew yang berada di atas kapal tersebut," paparnya.
"Kedelapan awak kapal ini terdiri dari tujuh orang warga negara Indonesia, ya, dan satu orang warga negara asing, ya, WNA asal Tiongkok/Taiwan," imbuh dia.
Suyudi kemudian memerinci identitas dan peran delapan awak kapal tersebut, di antaranya nakhoda sekaligus kapten kapal berinisial IC, chief officer berinisial RS. Kemudian JA sebagai kepala kamar mesin (chief engineer) dan IAE selaku masinis 2 (second engineer).
Kemudian JMR berperan sebagai oiler atau juru minyak, yang bertugas membantu pelumasan dan pembersihan komponen mesin. Serta RF, DPB, dan YCY (WNA) berperan sebagai able seaman.