NADIKABAR.COM — Aktivitas Gunung Kelud hingga saat ini masih terpantau normal. Dalam pemantauan selama 24 jam pada 7 September 2026, tercatat terjadi empat kali gempa tektonik jauh.

Pengamat Gunung Api Kelud, Aditya Gurasali mengatakan, gempa yang terekam tersebut merupakan gempa tektonik yang bersumber dari aktivitas lempeng bumi, bukan dari aktivitas Gunung Kelud.

"Gempa tektonik yang terekam instrumen PGA berasal dari aktivitas lempeng bumi. Meski sumbernya dapat berada cukup jauh dari Gunung Kelud, getarannya tetap dapat tercatat oleh peralatan pemantauan," kata Aditya kepada NadiKabar, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, empat gempa tektonik jauh yang terekam dalam 24 jam tersebut memiliki amplitudo 1-32 milimeter, dengan S-P 19,8-33,15 detik dan durasi 55-180 detik.

Aditya menegaskan, terekamnya gempa tektonik jauh tersebut sejauh ini tidak memengaruhi aktivitas Gunung Kelud.