"Langsung pada teriak-teriak minta tolong. Satpam, petugas semua langsung bawa orang-orang ke posko kesehatan. Mereka juga kaget itu. Pada luka-luka kan," ungkapnya.
Dia menyebut kondisi Stasiun Duri saat kejadian cukup ramai, meski tidak terlalu padat. "Ya lumayan sih, nggak yang padat banget," lanjutnya.
Sementara itu, warga lainnya, Eka, mengaku sempat menggunakan eskalator tersebut setelah kondisinya sudah mati. Dia melewati eskalator itu sekitar pukul 08.00 WIB.
Eka mengatakan saat itu eskalator sudah tidak bergerak, tetapi belum dipasangi pembatas oleh petugas sehingga warga masih dapat melewatinya.
"Saya sempat turun lewat eskalator itu, cuma eskalatornya sudah mati tadi. Jam 8-an itu sudah nggak ada apa-apa, tapi eskalator belum ditutup. Jadi saya lewat-lewat aja," ujar Eka.
Dia baru mengetahui eskalator tersebut sebelumnya mengalami masalah setelah mendapat informasi dari warga.
"Iya, cuma tadi itu belum ditutup pembatas sama petugas," ungkapnya.
Eka mengaku sempat merasa khawatir setelah mengetahui eskalator tersebut mengalami gangguan dan sebelumnya berjalan mundur. Namun, karena eskalator sudah dalam kondisi mati, dia mengira masih aman untuk digunakan.
"Sebenarnya khawatir juga. Apalagi setelah dengar eskalatornya sempat jalan mundur. Tapi karena sudah mati, jadi kupikir aman aja buat turun," imbuhnya.