Masker seperti N95 atau masker medis dapat digunakan untuk membantu mengurangi paparan partikel abu. Selain itu, penggunaan kacamata pelindung juga penting untuk mencegah partikel tajam masuk ke mata dan menyebabkan iritasi.
Masyarakat sebaiknya tidak menganggap abu vulkanik sebagai debu biasa. Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel tersebut mudah terhirup dan masuk ke dalam tubuh.
Selain kesehatan pernapasan, masyarakat juga perlu memperhatikan kebersihan air dan makanan.
Saat terjadi hujan abu atau sebaran material vulkanik, penampungan air bersih sebaiknya ditutup rapat. Hal yang sama juga perlu dilakukan terhadap bahan makanan.
Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah abu vulkanik masuk dan mencemari sumber air maupun makanan.
Menurut Daryono, abu vulkanik dapat mengandung material seperti silika dan senyawa lain. Oleh karena itu, mencegah kontaminasi menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi dampak erupsi.
Air bersih dan bahan makanan yang terbuka berisiko terkena endapan abu, terutama apabila sebaran material vulkanik terjadi dalam waktu cukup lama.
Ketika aktivitas gunung api meningkat, informasi mengenai erupsi biasanya cepat menyebar melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.