Sejauh ini, penyidik baru menggali keterangan dari sejumlah penumpang selamat yang kondisinya sudah memungkinkan untuk diajak berkomunikasi. Sementara itu, sopir minibus yang mengangkut rombongan belum bisa diperiksa karena polisi masih menunggu kondisi kesehatannya membaik.
Sementara itu, keempat jenazah korban telah melalui tahapan identifikasi oleh Unit Gakkum Satlantas, Inafis Polres Madiun, bersama perwakilan keluarga. Keempat suporter tersebut diketahui meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala.
Keempatnya yakni Novan Dika Dwi (19), warga Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman; Fachri Maulana Al-Zaki (18), warga Desa Sumberadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman; Iyam Fathur Ar-Rozaq (15), warga Desa Nglarang, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman; Rio Rahman Sahid (23), warga Desa Tlogodadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.
Selain korban tewas, insiden ini juga mengakibatkan enam penumpang lainnya menderita luka-luka. Dua di antaranya mengalami luka berat di bagian kepala dan harus mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Caruban.