Hujan diperkirakan masih turun di sebagian besar wilayah Thailand, meski Bangkok diperkirakan menerima curah hujan lebih rendah. Badan meteorologi Thailand memperingatkan kemungkinan banjir bandang, luapan sungai, aliran air dari kawasan hutan, dan tanah longsor, terutama di dekat saluran air, kaki bukit, dan wilayah dataran rendah.

Di provinsi Rayong, sebelah timur Bangkok, pemerintah daerah memerintahkan evakuasi setelah permukaan air di dua waduk meningkat hingga melampaui kapasitas.

Banjir juga terjadi di negara-negara tetangga. Di Myanmar, sedikitnya 10 orang tewas dan puluhan lainnya dilaporkan hilang setelah hujan deras memicu banjir dan tanah longsor di wilayah pesisir Tanintharyi. Kota Dawei mencatat curah hujan 346 milimeter pada Senin, memecahkan rekor selama 80 tahun.

Sementara itu, banjir bandang melanda sedikitnya 10 provinsi di Kamboja, berdampak pada 44.889 keluarga dan memaksa hampir 4.000 orang mengungsi. Di Provinsi Siem Reap, pengelola kawasan arkeologi yang menjadi lokasi kompleks candi Angkor mengoperasikan pintu air dan sistem pengalihan untuk mengurangi risiko banjir.

Di Bangkok, pemerintah kota mempercepat upaya drainase setelah kondisi membaik, sementara bantuan bagi warga terdampak terus disalurkan. Pemerintah Thailand juga menetapkan Senin dan Selasa sebagai hari libur khusus bagi kantor-kantor pemerintah serta meminta badan usaha milik negara, lembaga keuangan, perusahaan swasta, dan rumah sakit menentukan apakah perlu tetap beroperasi.