Angka tersebut menurutnya masih akan bergerak seiring dengan pendataan yang terus berjalan dan selesainya proses verifikasi oleh Kemendikdasmen dan pemda.
"Kabar yang kami dapatkan sampai dengan sore hari ini, pembelajaran terus berjalan," ucapnya.
Sebelumnya, merespons dampak gempa NTT di satuan pendidikan tersebut, Kemendikdasmen mendistribusikan 100 tenda tenda kelas darurat. Keseratusnya meliputi 28 tenda di Manggarai, 27 di Manggarai Timur, 17 di Nagekeo, 8 di Manggarai Barat, 8 di Sikka, 7 di Ngada, dan 5 di Ende. Bantuan tenda kelas darurat ini senilai Rp 5,5 miliar.
Pihak sekolah dan masyarakat juga sudah mendirikan ruang belajar sementara dari bambu, kayu, dan terpal. Biayanya diperoleh dari Bantuan Operasional Datuan Pendidikan (BOSP) dan Belanja Tidak Terduga di daerah.
Sementara itu, mengantisipasi musim hujan, ruang kelas sementara juga akan didirikan dengan perkiraan tahan hingga 4-6 bulan. Total Rp 3,5 miliar, bantuan tahap pertama akan disalurkan Kemendikdasmen untuk pembuatan 672 ruang kelas sementara di 194 satuan PAUD, 12 SLB, dan 372 ruang bagi SMP, senilai masing-masing Rp 4 juta per ruang kelas sementara.
"Kemudian 65 ruang kelas sementara bagi SMP, 29 ruang kelas sementara SMA, senilai masing-masing Rp 15 juta per ruang kelas juga akan segera menyusul," sambungnya.