Akibatnya komentar Howard memicu kritik di media sosial China. Tagar yang mengaitkan Namanya dengan isu kemerdekaan Taiwan bahkan mendapat ratusan juta penayangan di Weibo.
Mantan pemain NBA, Enes Kanter menjadi sorotan pada Oktober 2021 setelah mengkritik kebijakan pemerintah China di Tibet. Ia menyebut tindakan pemerintah China sebagai "genosida budaya" dan secara terbuka mengkritik Presiden Xi Jinping.
Kanter kemudian mengangkat isu perlakuan terhadap kelompok Muslim Uighur di Xinjiang. Pernyataannya mendapat respons dari Kementerian Luar Negeri China, yang menuduhnya mencari perhatian.
Kontroversi tersebut juga berdampak pada tayangan NBA di China. Tencent, mitra penyiaran digital NBA di negara itu, menghapus tayangan ulang dan siaran langsung pertandingan Boston Celtics setelah Kanter mengkritik kebijakan China di Tibet.
Mantan pemain Arsenal dan timnas Jerman Mesut Ozil memicu kontroversi pada Desember 2019 setelah mengkritik perlakuan pemerintah China terhadap masyarakat Muslim Uighur.
Melalui media sosial, Ozil menyoroti dugaan penindasan terhadap kelompok tersebut dan mempertanyakan sikap diam sejumlah umat Muslim.
Pernyataan itu memicu reaksi keras di China. Penyiar televisi pemerintah CCTV membatalkan rencana penayangan pertandingan Arsenal melawan Manchester City, sedangkan NetEase menghapus Ozil dari sejumlah versi gim Pro Evolution Soccer 2020 di China.