Cukup taburkan garis tipis bubuk kunyit di area masuk semut atau sarang mereka. Bau khas dan tekstur bubuk dari kunyit akan membuat kawanan semut putar balik dan enggan melintasi area tersebut. Kelebihannya, bahan ini sangat aman digunakan meski kamu memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.
Kalau bahan yang lebih ringan tidak cukup mempan, ramuan pedas ini bisa jadi senjata pamungkas. Kandungan capsaicin pada cabai memberikan efek panas yang sangat dihindari oleh semut.
Cara membuatnya: rebus 1 hingga 2 gelas air bersih bersama 1 sendok makan garam dan 2 sendok makan bubuk cabai merah. Biarkan mendidih hingga airnya sedikit menyusut dan sari cabainya terekstrak dengan baik.
Setelah benar-benar dingin, saring ampasnya dan masukkan air rebusan ke botol semprot. Aplikasikan cairan ini di pinggiran lantai yang sering dilalui semut. Hati-hati saat menyemprot, pastikan tidak terkena mata, ya!
Sama halnya dengan cuka, tingkat keasaman (asam sitrat) dari perasan lemon bisa mengacaukan rute feromon semut secara instan. Nilai plusnya, dapurmu akan berbau wangi dan segar, tidak berbau tajam seperti saat menggunakan cuka.
Kamu bisa menyemprotkan campuran air dan perasan lemon segar di area meja dapur, atau sekadar meletakkan sisa potongan kulit lemon sehabis memasak di ambang jendela atau sudut rak piring untuk mencegah semut masuk kembali.
Selain rutin memanfaatkan kelima bahan dapur di atas, kunci utama agar semut tidak mampir kembali adalah rajin menjaga kebersihan. Pastikan tidak ada genangan air atau tumpahan makanan di area dapur.