NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan merilis resmi 5 jilid buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Gedung A Kemendikdasmen, Jl Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026). Warga umum kini sudah bisa membaca buku Sejarah Indonesia terbaru melalui https://pustakabudaya.id.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan 5 jilid buku Sejarah Indonesia ini adalah sebagian dari total 10 jilid yang sudah mengalami pemutakhiran, termasuk dalam aspek tata letak dan kreditasi sekitar 1.700 foto, dari versi awal yang soft launching pada 14 Desember 2026 lalu.
Fadli Zon mengatakan, Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global jilid 1-5 memiliki sekitar total 5.700 halaman. Buku jilid 1, Akar Peradaban Nusantara, berisi kondisi geologis, ekonomi sosial, dan kultural sebelum perjumpaan intensif dengan peradaban luar.
Sementara, buku Jilid 2, Nusantara dalam Jaringan Global: Perjumpaan Budaya dengan India, Tiongkok, dan Persia, menelisik perjumpaan budaya dengan jaringan ekonomi yang plural.
"Jilid 3, Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah, membahas peradaban maritim, komunitas muslim, akulturasi hukum, dan kekuatan identitas maritim, dan multikultural," ucapnya.
Sedangkan jilid 4, Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi, membahas aliansi, kompetisi, resistensi, dan respons kekuatan lokal, termasuk untuk berekspansi.
Pada jilid 5, Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial 1800-1900, membahas komunitas kolonial, perubahan sosial, hingga perkembangan kesadaran internasional.
Fadli Zon mengatakan, buku fisik Sejarah Indonesia terbaru dicetak terbatas dan akan didistribusikan, termasuk ke perpustakaan. Buku Seri Sejarah Indonesia nonfisik ini juga dapat dibaca dan diunduh secara gratis oleh masyarakat umum.
"Seluruh berkas publik yang diluncurkan hari ini, dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat luas melalui platform digital pustakabudaya.id," ujarnya.