Pertama, menghirup abu vulkanik dapat menyebabkan sejumlah keluhan, seperti batuk, iritasi tenggorokan, hingga gangguan yang menyerupai bronkitis.

"Mereka (atau kita) yang terpaksa menghirup abu vulkanik dapat menyebabkan keluhan batuk, iritasi tenggorok, gangguan seperti bronkitis (bronchitis-like illnesses) dan juga perburukan pada mereka yang punya penyakit paru kronik," jelasnya.

Kedua, partikel padat yang terkandung dalam abu vulkanik juga dapat mengiritasi kulit dan mata. Pada kondisi tertentu, paparan tersebut dapat memicu peradangan hingga konjungtivitis.

Ketiga, abu vulkanik yang mengotori sumber air maupun makanan berpotensi menimbulkan gangguan pada saluran pencernaan apabila tertelan. Karena itu, kebersihan makanan dan sumber air perlu diperhatikan ketika wilayah sekitar terdampak sebaran abu vulkanik.