NADIKABAR.COM — Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarok, menjadi korban penganiayaan saat menemui warga yang menyampaikan aspirasi di gedung dewan. Zulham diserang hingga mengalami luka-luka.
1. Berawal dari Unjuk Rasa Akses Bendungan Lahor
Peristiwa bermula saat sekelompok warga Sumberpucung mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Malang pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Warga yang dipimpin oleh Hadi Wiyono alias Pak Dur tersebut menuntut pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam.
Sebelumnya, Perum Jasa Tirta I membatasi akses lalu lintas di atas Puncak Bendungan Lahor sejak 1 Agustus 2026 sebagai langkah mitigasi dan perlindungan terhadap aset Objek Vital Nasional (Obvitnas) tersebut. Namun, kebijakan penutupan ini diprotes karena dinilai mengganggu roda perekonomian dan aktivitas warga yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.
2. Niat Melerai, Zulham Malah Diserang
Kedatangan warga awalnya diterima oleh anggota DPRD dari dapil setempat, yakni Dofic Soroanggomo (Fraksi Golkar) dan Alayk Mubarok (Fraksi Gerindra). Suasana mendadak memanas setelah terjadi adu argumen tim redaksi Pak Dur dan anggota dewan yang menemui.