"Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan," kata dia.

Rizky mengatakan operasi pencarian melibatkan dua speedboat, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Lampung. Tim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau.

"Kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan kapal tersebut sandar di pulau-pulau kecil atau dermaga-dermaga yang tidak terpantau," ujar dia.Informasi mengenai kemungkinan keberadaan para jurnalis di Pulau Sebesi masih dalam proses pengecekan dan belum dapat dipastikan. Tim SAR juga akan melibatkan nelayan setempat sebagai tambahan kekuatan dalam operasi pencarian.

Berdasarkan data posko operasi pencarian Kantor SAR Banten, kekuatan alat utama (alut) yang dikerahkan melibatkan lima unit sarana utama dari berbagai instansi dan seluruhnya berada dalam status siap digerakkan (ready to go).

Alut tersebut terdiri atas kapal KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten, RIB Lampung dari Basarnas Lampung, KAL Anyer dari Lanal Banten, serta satu unit ambulans dari FBN Banten. Seluruh armada laut dan darat ini disiagakan secara terpadu untuk menunjang kelancaran operasi di lapangan.

Sementara itu, potensi SAR yang dikerahkan melibatkan unsur gabungan dari 16 instansi dan elemen masyarakat dengan total kekuatan personel yang masif. Unsur tersebut meliputi USS Pandeglang (6 orang), Kantor SAR Banten (6 orang), KN SAR Tetuka (8 orang), Polsek Carita (5 orang), Ditpolairud Polda Banten (5 orang), Lanal Danposal Sumur/Labuan (2 orang), Ditpolairud Mabes Sanjaya (2 orang), Babinsa Carita (1 orang), Pol PP (1 orang), Kepala Desa Sukajadi (1 orang), Potsar Banten (7 orang), Balawista (50 orang), Kecamatan Carita (5 orang), Media Lokal (7 orang), serta partisipasi dari nelayan dan masyarakat setempat.