NADIKABAR.COM — Ledakan terdengar pada Selasa dini hari di Iran bagian selatan, termasuk di Pulau Qeshm dan kota pesisir Bandar Lengeh. Sebanyak 5 ledakan dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm yang terletak di dekat Selat Hormuz.

Dilansir Al Jazeera dan Anadolu, Selasa (3/11/2026), lima ledakan itu dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA. Secara terpisah, kantor berita semi-resmi Fars menyatakan bahwa ledakan terdengar dari arah laut di Bandar Lengeh, provinsi Hormozgan.

Adapun penyebab ledakan tersebut belum diketahui secara pasti. Kedua kantor berita itu tidak memberikan rincian mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang terjadi.

Penduduk Qeshm melaporkan melihat dua pesawat terbang di atas pulau tersebut, ungkap IRNA. Laporan ini muncul di tengah upaya diplomatik yang terus berlangsung antara Teheran dan Washington terkait ketegangan di sekitar Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan AS dan Iran masih terus saling bertukar pesan melalui pihak mediator. Ia mengonfirmasi Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi telah mengunjungi Doha untuk memfasilitasi pertukaran pesan tersebut melalui mediasi Qatar.

Diketahui, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan menyasar aset-aset Israel dan AS di kawasan tersebut, sebelum akhirnya kesepakatan gencatan senjata dicapai pada bulan April.

AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan bernavigasi di Selat Hormuz pada 18 Juni, namun implementasinya terhambat akibat perbedaan pendapat mengenai keamanan di selat tersebut