Peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/9/2026). Saat itu, para santri menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel.

Keluhan mulai dirasakan para santri setelah waktu Maghrib. Mereka mengalami sejumlah gejala seperti pusing, mual hingga lemas. Ratusan santri kemudian dievakuasi dan mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit terdekat. Total ada delapan rumah sakit yang jadi rujukan.