"Awal mula gabung tentunya pada tahun 2010. Waktu Piala Soeratin dulu masih sekolah. Awalnya seleksi, masuk Soeratin, kemudian masuk ke jenjang senior," ungkapnya.

Perjalanan itu kemudian terus berlanjut. Di tengah kondisi kompetisi sepak bola nasional yang sempat mengalami berbagai persoalan, Ganjar tetap bertahan di Ciamis.

"Dari tahun 2011, alhamdulillah sampai sekarang masih awet. Berarti ada 16 tahun lah ya," tuturnya.

Jika dihitung dari awal bergabung hingga kini, Ganjar bahkan telah menghabiskan sekitar 16 tahun dalam perjalanan sepak bolanya bersama PSGC, termasuk ketika masih berada di kelompok usia muda.

Selama perjalanan kariernya, Ganjar juga sempat merasakan pengalaman memperkuat klub lain. Ia pernah dipinjamkan ke Pelita Bandung Raya U-21 dan Persela Lamongan.

"Sebetulnya saya kebanyakan di sini. Ke mana-mana mungkin dulu 2014 pernah dipinjamkan ke Pelita Bandung Raya U-21. Terus pernah juga ke Persela Lamongan. Cuma tidak lama, karena ingin pulang terus ke Ciamis," ucap Ganjar.

Salah satu pencapaian yang paling berkesan bagi Ganjar adalah ketika ikut membawa PSGC promosi ke Liga 2. Laskar Singacala sebelumnya berkompetisi di Liga 3 sebelum akhirnya berhasil naik kasta.

Ganjar juga mengenang perjalanan PSGC pada era ketika kompetisi masih menggunakan nama Divisi Utama. Menurut dia, PSGC pernah memiliki peluang besar untuk menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Waktu itu di Sidoarjo PSC Ciamis kalah adu penalti sama Borneo.