NADIKABAR.COM — Arab Saudi tidak hanya dikenal sebagai tempat berdirinya kota suci Makkah dan Madinah. Di balik hamparan gurun yang luas, negara ini juga menyimpan berbagai situs arkeologi kuno yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban manusia.
Jejak tersebut dapat ditemukan dalam bentuk makam batu, reruntuhan kota kuno, prasasti, lukisan cadas, sumur, hingga bekas jalur perdagangan yang pernah menghubungkan berbagai wilayah di Jazirah Arab.
Sejumlah situs bahkan telah masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Hingga 2024, Arab Saudi memiliki delapan properti yang tercatat dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, termasuk Hegra, Kawasan Budaya Ḥimā, Seni Cadas di Wilayah Hail, serta Lanskap Budaya Kawasan Arkeologi Al-Faw.
Berikut lima situs arkeologi kuno di Arab Saudi yang menyimpan jejak penting peradaban masa lalu.
Hegra atau Al-Hijr, yang juga dikenal dengan nama Mada'in Saleh, merupakan salah satu situs arkeologi paling terkenal di Arab Saudi.
Dilansir dari laman resmi Unesco, situs ini berada di kawasan AlUla, wilayah barat laut Arab Saudi. Hegra menjadi situs pertama di Arab Saudi yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2008.
UNESCO menyebut Hegra sebagai situs terbesar yang masih terpelihara dari peradaban Nabatea di sebelah selatan Petra, Yordania.
Daya tarik utama Hegra adalah makam-makam monumental yang dipahat langsung pada batu pasir. Terdapat 111 makam monumental di kawasan tersebut dan 94 di antaranya memiliki fasad yang dihiasi.
Makam-makam itu sebagian besar berasal dari sekitar abad pertama sebelum Masehi hingga abad pertama Masehi. Ukuran dan detail pahatan pada bagian depan makam menunjukkan kemampuan arsitektur masyarakat Nabatea pada masa itu.
Selain makam, Hegra juga menyimpan sumur, prasasti, dan gambar cadas. Bukti tersebut memperlihatkan bahwa kawasan ini bukan sekadar tempat pemakaman, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang berkembang di jalur perdagangan kuno.