Berbeda dari steakhouse mewah di lainnya, La Cúpula di Bodega El Capricho berada di Jiménez de Jamuz, Spanyol. Ruang makannya terletak di dalam gua bawah tanah dan menjadi destinasi kuliner mewah yang unik.
Restoran ini dipimpin oleh Chef José Gordón yang memilih sapi pekerja yang sudah tua dan berukuran besar. Selain itu ia juga menggunakan daging dari sapi ras warisan Iberia yang dapat berusia hingga 15 tahun.
Daging menjalani proses dry-aging khusus untuk menghasilkan cita rasa dalam dengan karakter yang menyerupai blue cheese. Karena daging sapi tua tersebut sangat langka, potongan pilihan dan menu tasting di La CĂşpula dibanderol US$400-US$650 lebih (Rp7 juta hingga Rp11,5 juta) per orang.
Di posisi ke lima steakouse termahal di dunia ada CUT by Wolfgang Puck yang terkenal memiliki restoran di sejumlah lokasi mewah, termasuk Beverly Hills dan Marina Bay Sands, Singapura.
Steakhouse milik Chef Wolfgang Puck menawarkan daging Jepang premium dalam jumlah terbatas. Pilihannya mencakup Hokkaido Snow Beef, A5 Kagoshima Wagyu, hingga Kobe bersertifikat.
Berbeda dari steak biasa, beberapa daging premium tersebut dijual berdasarkan berat per gram. Karenanya, porsi makan malam yang hanya berukuran 600-800 gram dapat dibanderol US$300-US$450 (Rp5,4 juta hingga Rp8 juta).
Harga tersebut baru mencakup steak saja, belum termasuk hidangan pembuka, menu pendamping, maupun koktail premium yang dapat membuat tagihan semakin tinggi.