NADIKABAR.COM — Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA/SMK/sederajat masih dibuka hingga 27 September 2026 mendatang. Untuk itu pembaca masih punya banyak waktu dalam menentukan ikut atau tidaknya dirimu dalam tes ini.

Sebelumnya, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM Kemendikdasmen) menegaskan TKA bersifat opsional dan bukan penentu kelulusan. Dengan begitu, murid bisa memilih tidak mengikuti TKA jika belum siap.

Dalam pelaksanaanya, TKA memiliki 5 tahapan yang akan dilalui. Sebagai gambaran dan untuk pertimbangan pembaca, berikut ini berbagai tahapan TKA jenjang SMA/MA/SMK/sederajat selengkapnya dikutip dari postingan Instagram BKPDM Kemendikdasmen, cek!

Setelah melakukan pendaftaran, peserta akan menghadapi simulasi TKA. Simulasi merupakan tahapan uji coba infrastruktur dan jaringan sekolah menggunakan data peserta dummy.

Lantaran data yang digunakan dummy atau bukan data sebenarnya, tahapan ini tidak wajib dilakukan peserta. Peserta terpilih akan diminta menjalani proses login dan pengerjaan soal tetapi hasil penilaianya tidak akan digunakan.

Gladi bersih merupakan tahapan latihan prapelaksanaan TKA. Tahap ini wajib diikuti oleh peserta dan seluruh panitia/proktor karena telah menggunakan data resmi peserta TKA.

Tahap gladi bersih juga menilai kesiapan infrastruktur terakhir kali sebelum pelaksanaan utama ujian dimulai.

Tahap ini merupakan "bintang" dari pelaksanaan TKA yakni hari ujian. Setiap murid melalui 4 hari ujian, di mana 3 hari ujian mengerjakan mata pelajaran wajib dan satu hari terakhir menghadapi mata pelajaran pilihan yang telah ditentukan.

Ujian susulan/kondisi khusus merupakan waktu atau kesempatan tes yang diberikan bagi peserta absen di jadwal utama. Mereka yang bisa mengikuti ujian susulan harus memiliki alasan sah yang dapat dibuktikan.

Waktu ujian susulan juga diberikan untuk murid SMK yang tengah menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Terutama murid yang tidak mendapat waktu libur ketika masa ujian utama.

Bukan untuk murid, Sulingjar diberikan khusus guru dan kepala sekolah yang dikelola langsung oleh pusat. Sulingjar merupakan salah satu komponen dalam penilaian Asesmen Nasional (AN).

Data murid akan didaftarkan langsung ke sistem TKA oleh operator sekolah. Dengan begitu, murid tinggal terima beres!