Di sisi lain, PSM Makassar menjadi satu-satunya kontestan Super League yang membawa 2 entri sanksi aktif. Di laman FIFA, dua catatan hukuman untuk tim berjuluk Pasukan Ramang tersebut masing-masing tertanggal 22 Mei 2026 dan 7 Juli 2026.

Dua sanksi yang masih membayangi manajemen Juku Eja ini wajib dituntaskan agar tidak mengganggu persiapan skuad. Manajemen PSM kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan sengketa itu agar pendaftaran pemain baru berjalan mulus.

Hingga saat ini, PSM terhitung telah diganjar sanksi FIFA selama 4 bulan karena menunggak gaji pemain hingga larangan transfer pemain selama tiga periode. Manajemen PSM berjanji akan menyelesaikan perkara ini dan menjadikannya pelajaran untuk menyambut musim kompetisi Super League 2026/2027.