"Dia datang sekitar jam 11, dia datang menyerang ke kami karena kami ini berjaga di sini," ucapnya.

"Mereka datang mereka menyerang menggunakan busur, ada menggunakan petasan dan segala macam alat lainnya," tambah Husni.

Tawuran mereda setelah polisi turun membubarkan massa. Kendati begitu, warga mengaku masih khawatir terjadinya penyerangan susulan.

"Kita tidak tahu ke depan apakah ada teror lagi, karena ini selama mereka tidak dapat lahan ini dipastikan akan meneror warga di dalam," imbuhnya.