"Pertama titik itu di Kadong-Kadong, setelah padam muncul lagi titik-titik lainnya dan sekarang masih terbakar yakni dari Kelurahan Noling menyeberang ke Desa Buntu Babang-Lumika," beber Hasrul.

Dia menuturkan kebakaran diduga disebabkan aktivitas warga yang membuka lahan dengan cara membakar. Api dari pembukaan lahan itu merambat ke lahan lain karena kondisi kemarau.

"Penyebarannya dikarenakan warga bakar kebunnya, tapi menyebar ke hutan. Ditambah suhu udara sangat tinggi sehingga mudah memantik penyebaran api lebih cepat," ungkapnya.