Ponpes Manbaul Hikam diketahui memiliki sekitar 1.000 santri dan santriwati dari jenjang SMP hingga SMA. Pihak pesantren kini masih fokus memastikan seluruh santri yang terdampak mendapatkan penanganan.

Terkait aktivitas pembelajaran setelah kejadian tersebut, pihak pesantren belum mengambil keputusan. Ia mengatakan pihaknya akan memastikan kondisi para santri terlebih dahulu.

Di pesantren juga ada posko yang didirikan untuk memantau kondisi kesehatan para santri usai peristiwa tersebut.

"Kami sudah mendampingi beliau-beliau (wali santri), semuanya sudah paham. Mungkin Anda akan naik kelas. Berkah dari musibah ya. Kita positive thinking saja pada Allah," pungkasnya.

Data terkini yang dihimpun NadiKabar, jumlah santri yang jadi korban keracunan terus melonjak. Terbaru, sebanyak 500 santri tercatat menjadi korban keracunan usai menyantap MBG Rabu (2/9/2026) pagi. Para korban dirawat secara tersebar di delapan rumah sakit di Sidoarjo.

Berdasarkan data penanganan medis terbaru, dari total 500 santri yang ditangani, sebanyak 320 pasien sudah diperbolehkan keluar rumah sakit (KRS). Sementara itu, 65 pasien menjalani rawat inap atau masuk rumah sakit (MRS), dan 115 pasien sisanya masih dalam penanganan observasi.