Selain permukiman warga, bencana tersebut turut mengakibatkan kerusakan pada sembilan fasilitas umum. Sebanyak tujuh bangunan berada di Desa Padalarang, sedangkan dua bangunan lainnya terletak di Desa Kertajaya.
Sejumlah fasilitas publik yang terdampak di antaranya masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, serta bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Yoga menjelaskan, proses pendataan dan penilaian kerusakan telah dilakukan sejak Senin (26/10). Kegiatan tersebut melibatkan BPBD, perangkat desa, kepala dusun, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), pengurus RT dan RW, serta warga di wilayah terdampak.
Selain mendata kerusakan, petugas gabungan bersama masyarakat juga melakukan pembersihan di lokasi bencana untuk menyingkirkan material bangunan yang roboh akibat angin kencang.