NADIKABAR.COM β Sebanyak 5.288 penari mengikuti Gebyar Langen Tayub Pacitan 2026 di Stadion Wijaya Krida, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (28/10) malam, sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori penari terbanyak.
Kegiatan yang diprakarsai Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono tersebut menjadi upaya melestarikan seni tradisional tayub sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Berdasarkan catatan penyelenggara, kegiatan tersebut tercatat dalam rekor MURI nomor 12990/R.MURI/X/2026. Piagam penghargaan diserahkan Senior Representative MURI Ari Andriani kepada Edhie Baskoro Yudhoyono selaku pemrakarsa kegiatan.
Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mendorong masyarakat terus mengembangkan kreativitas, mempererat persaudaraan, serta memperkuat nilai-nilai Pancasila.
βTerus berkreasi, persaudaraan semakin erat, Indonesia semakin kuat dalam membumikan Pancasila,β katanya.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
βKami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua yang terlibat,β katanya.
Gebyar Langen Tayub Pacitan 2026 diikuti seniman, budayawan, dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Pacitan. Ribuan peserta menampilkan gerakan tari tayub secara serempak dengan iringan gamelan di stadion tersebut.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan itu, antara lain Ibas bersama istrinya, Siti Rubi Aliya Rajasa, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Heri Herawan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi, serta Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho.
Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala perangkat daerah, camat, serta lurah dan kepala desa se-Kabupaten Pacitan.