Masun menjelaskan, kondisi musim kemarau membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Angin kencang serta banyaknya tumpukan daun, ranting kering, dan serasah menjadi bahan yang membuat api lebih mudah menjalar.

"Kondisi cuaca yang kering, angin kencang, ditambah banyaknya serasah dan daun kering membuat api sangat mudah muncul dan meluas," ujarnya.

BPBD pun meminta masyarakat tetap waspada karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung. Puncak musim kemarau yang terjadi pada Agustus disebut masih berpotensi berlanjut hingga September.

"Kami berharap masyarakat bersama-sama melakukan pencegahan agar kejadian karhutla tidak terus meningkat," pungkasnya.