Salah satu indikatornya terlihat dari omzet salah satu KDKMP di Lamongan yang mencapai Rp14 juta hanya dalam sehari saat peluncuran awal.

"Barang yang paling banyak diburu masyarakat adalah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan elpiji," ujarnya.

Yusup menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi KDKMP jika didukung jalur logistik yang baik dan pengelolaan profesional.

"Ini membuktikan bahwa jika jalur logistik terjamin dan pengelolaan berjalan baik, keberadaan KDKMP akan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Yusup optimistis berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pengelolaan KDKMP dapat diselesaikan seiring dengan meningkatnya pengalaman dan kesiapan pengurus di tingkat desa.

"Insyaallah kendala yang ada saat ini akan teratasi seiring berjalannya waktu dan semakin matangnya pengelolaan di tingkat desa," imbuhnya.