Berton menjelaskan, banjir bandang yang dipicu hujan berintensitas tinggi pada Senin (21/9) malam tersebut menelan korban jiwa dan luka-luka, yakni dua orang meninggal dunia, dua orang luka berat, serta 12 orang luka ringan.

Dampak kerusakan fisik mencakup 18 unit rumah rusak berat, 11 unit rumah rusak sedang, 41 unit rumah rusak ringan, empat unit rumah terendam, serta tiga unit rumah terancam roboh.

Selain merusak permukiman warga, terjangan arus banjir bandang juga memutus aksesibilitas transportasi dan fasilitas publik di wilayah setempat.