NADIKABAR.COM — Rehabilitasi 56 pasar rakyat di 15 kabupaten dan kota terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus dipercepat, Penanganan sarana perdagangan tersebut diarahkan agar pedagang dapat kembali menjalankan usaha, distribusi kebutuhan masyarakat pulih, dan perputaran ekonomi daerah kembali menguat.
Rehabilitasi tidak hanya berorientasi pada perbaikan bangunan, tetapi juga pada pemulihan fungsi pasar sebagai pusat penghidupan warga. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iqbal S. Shofwan mengatakan Dana Tugas Pembantuan Sarana Perdagangan Pascabencana menjadi instrumen kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan tersebut.
"Dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama para pedagang yang terdampak bencana," ujar Iqbal dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Pada 2026, penanganan diprioritaskan bagi pasar yang mengalami kerusakan ringan. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan tahapan administrasi dan pelaksanaan fisik agar pekerjaan dapat diselesaikan paling lambat 31 Desember 2026. Sementara pasar dengan kerusakan sedang dan berat dipersiapkan untuk memperoleh dukungan lanjutan pada tahap berikutnya.