Momentum ini sekaligus menandai penguatan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak pernah merasa rendah diri dengan latar belakang keluarga maupun kondisi kehidupan mereka.
Ia menegaskan kesempatan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat merupakan peluang besar untuk mengubah masa depan.
Para siswa didorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh, membangun kedisiplinan, menghormati guru, serta berani memiliki cita-cita setinggi mungkin. Masa depan seseorang tidak ditentukan oleh dari mana ia berasal, melainkan oleh semangat, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman mewakili Menteri Sosial juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat untuk memperoleh pendidikan formal, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, menemukan potensi diri, dan membangun kepercayaan diri.
Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan, tidak mudah menyerah menghadapi tantangan, serta senantiasa menghargai perjuangan orang tua dan para guru.
"Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Mereka didorong untuk terus belajar, disiplin, berani mencoba, dan menjadi generasi yang mampu membanggakan keluarga, daerah, serta bangsa," katanya.