Setelah perjalanan tersebut, Khadijah mengetahui keuntungan dagangan yang melimpah. Ia juga mendengar dari Maisarah tentang kemuliaan akhlak dan sifat-sifat Nabi SAW.
Khadijah meminta bantuan rekannya, Nafisah binti Munyah, untuk menemui Nabi SAW dan membuka jalan agar beliau bersedia menikahinya. Setelah tawaran dan lamaran disampaikan, pernikahan pun dilaksanakan dengan dihadiri Bani Hasyim dan para pemuka Bani Mudhar. Mahar yang diberikan kepada Khadijah berupa dua puluh ekor unta muda.
Kesetiaan Khadijah terlihat luar biasa, terutama pada masa awal kenabian. Ketika Rasulullah SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira dan pulang dalam keadaan gemetar ketakutan, Khadijah menenangkan beliau, menyelimutinya dengan penuh kasih, serta meneguhkan hati sang suami bahwa Allah SWT tidak akan pernah menghinakannya. Khadijah juga mencurahkan seluruh harta dan dukungan moralnya untuk menguatkan dakwah Rasulullah SAW.
Dari pernikahan dengan Khadijah RA, Rasulullah SAW dikaruniai enam orang anak (dua laki-laki dan empat perempuan). Berikut nama-nama putra-putri beliau sesuai urutan kelahiran mengutip dari Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri dan buku Sejarah Peradaban Islam Terlengkap karya Rizem Aizid:
Putra pertama Rasulullah SAW dan Khadijah adalah Qasim bin Muhammad. Dari nama putranya tersebut, Rasulullah SAW mendapat julukan Abul Qasim. Qasim wafat ketika masih kecil.