Lulusan matematika dibutuhkan karena memiliki pemahaman aljabar linier, kalkulus, dan probabilitas semuanya relevan dengan pekerjaan di bidang kecerdasan buatan. Bidang ini jika dikombinasikan dengan bidang TI, maka akan menjadi sebuah keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.

Forbes melaporkan bahwa karier AI juga meluas ke bidang kesehatan. Analisis informatika kesehatan dan diagnostik sudah berbasis AI.

Mahasiswa jurusan ini dibekali keterampilan klinis, berpikir kritis di bawah tekanan, empati, dan kemampuan untuk mengambil keputusan cepat dengan informasi yang tidak lengkap. Tenaga kesehatan akan memiliki peran penting dalam menggunakan AI, karena sentuhan manusiawi tetap menjadi yang utama di bidang kesehatan.

AI juga mulai diaplikasikan di bidang kedirgantaraan. Mahasiswa jurusan teknik dirgantara mempelajari aerodinamika, propulsi, ilmu material, dan sistem kendali, bersama dengan sistem otonom berbasis AI dan teknik optimasi desain.

Kini, AI merevolusi industri kedirgantaraan melalui sistem penerbangan otonom, pemeliharaan prediktif, algoritma desain yang dioptimalkan, dan proses manufaktur canggih. Lulusan yang memahami prinsip kedirgantaraan dan aplikasi AI akan banyak dibutuhkan industri.