NADIKABAR.COM — Stres memang tidak terlihat secara langsung, tetapi tubuh bisa menunjukkan dampaknya. Kondisi stres yang berlangsung dalam waktu lama bisa mempengaruhi kondisi kulit dan rambut.

Tanda-tanda tersebut mungkin tidak disadari oleh sebagian orang. Padahal, perubahan pada kulit dan rambut bisa menjadi salah satu tanda bahwa tubuh sedang mengalami tekanan.

Lalu apa saja pengaruh stres terhadap kulit dan rambut? Berikut beberapa kondisi yang perlu diperhatikan.

American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa mengalami stres yang terus-menerus bisa mempercepat pertumbuhan uban.

Stres kronis berhubungan dengan sel punca melanosit yang berperan untuk menghasilkan pigmen yang memberi warna pada rambut.

Sel tersebut akan melemah saat kondisi tubuh sedang stres. Hal ini mengakibatkan produksi pigmen rambut ikut berkurang sehingga rambut kehilangan warna dan beruban.

Stres tidak menyebabkan eksim tetapi bisa memperparah gejala yang sudah ada. Rasa gatal pada kulit bisa semakin parah saat dalam kondisi stres. Stres juga dapat membuat kulit sulit pulih sehingga gejala eksim akan bertahan lebih lama.

Healthline menjelaskan bahwa stres akan menyebabkan naiknya kortisol di dalam tubuh. Akibatnya, kulit akan mengalami rasa gatal, kering, atau kemerahan yang semakin parah.

Jerawat bisa timbul karena berbagai faktor genetik, perubahan hormon, atau penggunaan suatu produk. Stres bukanlah penyebab langsung jerawat, tetapi kondisi tersebut bisa menyebabkan jerawat semakin parah.

Stres menyebabkan tubuh mengalami perubahan hormon yang meningkatkan produksi minyak di kulit. Minyak yang berlebih bisa membuat pori-pori mudah tersumbat. Kondisi inilah yang bisa membuat jerawat semakin banyak.

Stres tidak mengakibatkan psoriasis, tetapi stres bisa memicu kambuhnya gejala psoriasis. Penderita psoriasis yang tertekan secara mental karena rasa gatal dan juga tampilan yang mengganggu juga bisa memicu stres.

Stres juga bisa mempengaruhi sistem hormon dan menyebabkan proses peradangan. Kulit akan semakin meradang, khususnya pada orang yang sudah mengalami psoriasis. Akibatnya, plak psoriasis semakin menebal dan gejala kulit bersisik dan gatal semakin parah.

Stres kronis mengganggu sistem pertumbuhan rambut normal dengan membuat folikel rambut ke fase istirahat sehingga rambut rontok menjadi lebih banyak dari biasanya.

Stres juga diduga dapat memicu alopecia areata. Sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut yang menyebabkan kerontokan berbentuk bercak atau pada beberapa area tertentu di kulit kepala.

Rasa gatal dari biduran bisa mengganggu kenyamanan. Biduran bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti alergi terhadap obat-obatan atau makanan, infeksi, dan sinar matahari.

Beberapa orang mengalami biduran ketika berada di fase stres kronis. Kondisi ini juga bisa berpengaruh pada suasana hati dan kualitas tidur.