NADIKABAR.COM — Sebanyak 66 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Kota Jayapura (RI) dan Provinsi West Sepik, Papua Nugini ikut Border Trade Fair (BTF) yang berlangsung di zona netral RI-PNG, sekitar 200 meter dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura.

BTF yang akan berlangsung dari tanggal 8 sampai 10 Oktober itu menyajikan berbagai hasil kerajinan tangan hingga barang elektronik.

Kepala Badan Perbatasan Papua Triwarno kepada NadiKabar, Selasa di Jayapura, mengatakan, tenan-tenan yang disediakan itu nantinya diisi para pengusaha dari kedua negara.

BTF yang dilaksanakan di zona netral merupakan ajang bagi pengusaha khususnya yang ada di Jayapura dan sekitarnya untuk memperkenalkan produknya ke PNG.

Apalagi peluang ekspor ke negara yang berbatasan langsung dengan dua wilayah di Papua yaitu Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom itu masih sangat terbuka luas.

"Memang benar peluang ekspor ke PNG masih sangat terbuka, apalagi wilayahnya berbatasan langsung sehingga dapat meminimalisir ongkos angkutnya," kata Triwarno.

Menurutnya, selain memamerkan hasil produksi kedua negara, dalam kegiatan itu juga dilakukan pertemuan antara para pengusaha.

Pertemuan antara para pengusaha itu diharapkan dapat digunakan pengusaha Indonesia untuk menangkap peluang usaha ke negara tersebut, apalagi Bea Cukai Jayapura mencatat nilai ekspor ke PNG terus meningkat .

Saat ini tercatat nilai ekspor ke PNG yang dilakukan melalui PLBN Skouw mencapai Rp 60 miliar, kata Triwarno.