NADIKABAR.COM — Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil mencatatkan rekor dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui Tari Lajur Caping Kalo yang melibatkan 670 penari di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu.

"Pertunjukan tari tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan caping kalo, kerajinan khas Kudus yang dinilai mulai terancam punah karena minimnya generasi penerus. Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah penari yang tampil mencapai 670 orang dari 477 peserta yang sebelumnya diusulkan," kata Senior Representative MURI Ari Andriani saat penyerahan piagam penghargaan di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu.

Menurut dia para peserta tidak hanya menari, namun menunjukkan kecintaan yang mendalam terhadap seni dan budaya warisan leluhur melalui gerakan yang indah dan selaras.

Tari Lajur Caping Kalo, kata dia, tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional, tetapi dikukuhkan sebagai rekor dunia karena mengangkat salah satu simbol budaya Kabupaten Kudus.

Ia berharap capaian tersebut menjadi pemantik semangat masyarakat untuk terus melestarikan, mengenalkan, dan memajukan kebudayaan daerah.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo mengatakan pelestarian caping kalo perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kerajinan tersebut sempat dikhawatirkan tidak memiliki penerus.