Penelitian menunjukkan bahwa orang yang single memiliki tingkat kortisol dan hormon stres yang lebih tinggi dibandingkan seseorang yang menjalin hubungan. Pasangan bisa menjadi tempat berkeluh kesah yang membuat tekanan stres berkurang.

Melansir dari Healthline, perasaan berbunga-bunga saat melihat atau bertemu dengan orang yang kita cintai berhubungan dengan hormon dopamin. Hal ini akan membuat seseorang bersemangat untuk melakukan apapun.

Saat bertemu dengan seseorang yang dicintai, dopamin aja terlepas sehingga muncul rasa antusias untuk menemuinya. Ketika bertemu, otak akan memproduksi dopamin yang lebih banyak sehingga memunculkan rasa bahagia yang luar biasa.

Perasaan cinta akan membuat orang rela berkorban untuk pasangannya. Pengorbanan tersebut bisa berupa rela untuk berpindah kota, meluangkan waktu bertemu meskipun sedang sibuk, memaafkan kesalahan pasangan, dan lainnya.

Hubungan yang semakin erat akan membuat seseorang rela melakukan pengorbanan. Kedekatan juga bisa membuat seseorang lebih memahami perubahan emosi pasangannya. Seseorang akan mencegah pasangannya merasakan kesedihan dengan mengorbankan dirinya.

Melihat foto orang yang kita cintai ternyata bisa meredakan rasa sakit. Terdapat penelitian terhadap seorang wanita yang telah menjalani hubungan bahagia selama enam bulan. Wanita tersebut diberi rasa sakit sambil melihat foto pasangannya, orang asing, dan kursi.