NADIKABAR.COM — Minyak bumi selama ini menjadi salah satu sumber energi utama dunia. Bahan bakar kendaraan, pesawat, kapal hingga berbagai kegiatan industri masih banyak bergantung pada hasil pengolahan minyak bumi.
Namun, minyak bumi merupakan sumber energi fosil yang jumlahnya terbatas. Penggunaannya juga menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Karena itu, pengembangan energi alternatif menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Energi alternatif tidak berarti satu sumber energi bisa langsung menggantikan seluruh fungsi minyak bumi. Ada sumber yang lebih cocok untuk menghasilkan listrik, sementara lainnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan atau bahan baku industri.
Berikut tujuh energi alternatif yang banyak dikembangkan.
Energi surya memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan listrik menggunakan panel fotovoltaik. Sumber energi ini menjadi salah satu teknologi yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
International Renewable Energy Agency (IRENA) mencatat tenaga surya menjadi penyumbang terbesar penambahan kapasitas energi terbarukan dunia pada 2024. Dari total 582 gigawatt (GW) kapasitas energi terbarukan baru yang terpasang pada tahun tersebut, sekitar 452,1 GW berasal dari tenaga surya.
Tenaga surya juga tidak membutuhkan pembakaran bahan bakar saat menghasilkan listrik sehingga tidak menghasilkan emisi langsung dari proses pembangkitan.
Namun, produksi listrik dari panel surya bergantung pada ketersediaan sinar matahari. Karena itu, baterai dan sistem jaringan listrik yang baik dibutuhkan agar listrik tetap tersedia ketika matahari tidak bersinar.
Energi angin menggunakan turbin untuk mengubah gerakan angin menjadi listrik. Turbin dapat ditempatkan di daratan maupun wilayah lepas pantai.
IRENA mencatat tenaga angin menjadi sumber terbesar kedua dalam penambahan kapasitas energi terbarukan global pada 2024 dengan tambahan sekitar 114,3 GW.
Sama seperti tenaga surya, pembangkit listrik tenaga angin tidak membutuhkan pembakaran minyak atau batu bara ketika menghasilkan listrik.
Kelemahannya, produksi listrik bergantung pada kondisi angin sehingga membutuhkan pengelolaan jaringan dan penyimpanan energi yang sesuai.