Aktivitas tersebut menjadi bagian dari perkembangan gunung api yang terus dipantau, terutama karena Anak Krakatau kembali mengalami pertumbuhan setelah sebagian tubuhnya runtuh pada 2018.
Suara dentuman dan getaran dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, hingga Lampung. Waktu kemunculan suara tersebut berdekatan dengan aktivitas erupsi Anak Krakatau.
Karena itu, PVMBG menduga erupsi Anak Krakatau menjadi salah satu kemungkinan sumber suara dentuman yang terdengar di berbagai wilayah.
"Kami menduga itu memang ada kaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan," kata Rita.
Namun, PVMBG belum menyatakan bahwa Anak Krakatau merupakan sumber dentuman secara pasti. Kesamaan waktu tim redaksi erupsi dan laporan suara masyarakat baru menjadi indikasi adanya korelasi.
"Kepastian sumbernya ini tetap memerlukan pencocokan waktu erupsi dan waktu pelaporan masyarakat," ujarnya.
Artinya, suara dentuman yang terdengar jauh dari Selat Sunda masih membutuhkan kajian dan pencocokan data lebih lanjut.
Kemungkinan suara erupsi terdengar hingga wilayah yang jauh dari gunung api bukan fenomena anyar.
Rita mencontohkan erupsi Gunung Kelud pada 13 Februari 2014. Ketika itu, suara dentuman akibat erupsi terdengar hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah yang lokasinya cukup jauh dari Gunung Kelud.
Erupsi Gunung Kelud saat itu menghasilkan kolom erupsi hingga sekitar 17 kilometer sehingga energi akustik yang dilepaskan sangat besar.
"Suara dentumannya bisa terdengar di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, yang jauh dari sumber erupsi. Erupsi Gunung Kelud saat itu kolomnya mencapai 17 kilometer, jadi memang melepaskan energi akustik yang sangat besar," jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan kejadian pada April 2020 ketika suara dentuman serupa terdengar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Saat itu, waktunya berkesesuaian dengan aktivitas erupsi Anak Krakatau pada 10 April 2020.
"Kami mencoba melakukan pencocokan waktu di tahun 2020 tersebut, dan memang berkesuaiakan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau pada 10 April 2020 pukul 21.58 dan 22.35," ungkapnya.