NADIKABAR.COM — tetangga gegara pembakaran sampah di Jalan Lesti, RT 05/RW 03, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, viral di media sosial. Persoalan itu bermula ketika asap pembakaran sampah masuk ke rumah seorang warga yang memiliki bayi berusia sekitar satu bulan hingga membuat sang ibu menegur tetangganya.
Teguran yang awalnya disampaikan secara baik-baik tersebut justru berujung cekcok dan menjadi perbincangan setelah videonya ramai di media sosial.
Persoalan bermula ketika Novrinia Indraswari melihat tetangganya sedang membakar sampah di lahan kosong di belakang rumah, sementara asap pembakaran masuk ke rumahnya. Novrinia kemudian menegur tetangganya karena khawatir asap tersebut mengganggu bayinya yang baru berusia sekitar satu bulan.
"Emang setiap hari orangnya bakar-bakar sampah ya, enggak tahu waktu. Cuman kan biasanya aku diam aja enggak pernah tak tegur. Terus kemarin itu kok baunya kayak bau ban dibakar dan menyengat pol," ujar Novrinia kepada NadiKabar, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Novrinia, pembakaran sampah di lahan tersebut bukan baru sekali terjadi karena dilakukan hampir setiap hari dengan waktu yang tidak menentu, mulai pagi, sore hingga malam. Namun, dia mengaku baru kali itu menegur karena asap pembakaran berbau menyengat dan masuk ke rumahnya.
Novrinia mengatakan dirinya berusaha menyampaikan teguran secara baik-baik karena memahami lahan tempat pembakaran merupakan milik tetangganya. Dia meminta api dipadamkan karena khawatir asap pembakaran berdampak terhadap kondisi bayinya yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
"Saya bilang pelan-pelan, 'Mas, boleh dimatikan ta? Soalnya saya punya bayi.' Saya tahu diri itu tanah milik dia, takutnya tersinggung. Tapi pas dilihat dari pintu kamar, kok belum dimatikan," tutur Novrinia.
Karena api masih menyala, Novrinia kembali keluar rumah untuk meminta tetangganya menghentikan pembakaran sampah tersebut. Namun, menurut Novrinia, respons yang diterimanya justru membuat persoalan semakin memanas.
"Pas ditegur kedua kali, orangnya malah jawab 'Alah wong sampah plastik ae, mari ngene mari Mbak' dan enggak mau mematikan," lanjutnya.