NADIKABAR.COM — Tujuh pemancing asal Malaysia dilaporkan hilang kontak saat kapal berlayar untuk mencari ikan. Kapal bendera Malaysia itu diduga sudah masuk ke wilayah perairan Indonesia.

Proses pencarian dilakukan petugas Kantor SAR Kelas A Pekanbaru melalui Tim Rescue RB 218 Dumai. Petugas dikerahkan untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap sebuah kapal boat pancing setelah laporan disampaikan pihak Malaysia.

"Informasi diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru dari MRSC Johor Bahru hari ini," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru, Budi Cahyadi, Selasa (15/9/2026).

Budi menyebut kapal itu dilaporkan hilang kontak sejak 14 September kemarin pukul 02.00 WIB di perairan Malaysia. Informasi diterima, ada tujuh orang nelayan di kapal tersebut.

"Berdasarkan informasi yang diterima ada tujuh orang nelayan Malaysia di dalam kapal. Bahkan, hingga laporan diterima belum diketahui keberadaannya," kata Budi.

Berdasarkan perkiraan dari pihak Malaysia, kapal kemungkinan sudah masuki wilayah perairan Indonesia. Atas informasi itulah Tim Rescue RB 218 Dumai diberangkatkan untuk melaksanakan pencarian menuju ke lokasi dengan jarak sekitar 76 Nm.

Operasi pencarian akan dilakukan di area yang ditentukan berdasarkan informasi dari pihak Malaysia. Ketujuhnya adalah tekong atau pengemudi dengan enam nelayan.

"Seluruh korban tercatat warga Malaysia. Operasi pencarian dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel," kata Budi.

Apabila objek yang dicari ditemukan, posisi dan kondisi korban akan segera dilaporkan kepada pihak Malaysia. Selanjutnya kapal dan seluruh nelayan dievakuasi sesuai hasil koordinasi di lokasi.

"Operasi ini merupakan bentuk sinergi dan koordinasi tim redaksi Basarnas Pekanbaru dengan MRSC Johor Bahru dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan. Khususnya di wilayah perairan perbatasan," kata Budi.

Foto: Tim saat melakukan pencarian di wilayah perairan Indonesia (Dok Kantor Basarnas Pekanbaru)